Pages

Sabtu, 19 November 2011

Tooth Comb

Dia begitu ringan dan sederhana. Bentuknya yang lurus pipih dengan gerigi membuatnya sangat praktis untuk dibawa. Dia adalah sosok yang menemaniku setiap saat. Di saat pagi, siang, sore, dan malam hari. Dimanapun aku berada. 

Terkadang aku mengacuhkannya untuk beberapa waktu dan dia tidak pernah protes sama sekali. Tapi jika aku kehilangannya aku merasa ada yang kurang. Dia sangat berguna pada saat dibutuhkan. 

Ya aku biasa memanggilnya Tooth Comb. Comb ku yang satu ini memang sangatlah spesial. Aku senang menyentuhnya dengan jemariku yang lentik karena bentuknya yang unik. Pupil mataku tak henti menatap badannya yang terbungkus oleh warna merah marun. Warna kesukaanku. 

Setiap kali aku selipkan geriginya pada mahkotaku kurasakan sensasi yang luar biasa. Dengan geriginya yang rapat dan jarang itu seakan menarik mahkotaku secara kasar pada awalnya, lalu memberikan kelembutan pada akhirnya. 

Ku gerakan Comb ku perlahan ke atas lalu ke bawah. Begitupun seterusnya, dan aku menikmati setiap gerakan ini. Tak heran walaupun dia sering nakal dengan ulahnya yang membuat pangkal mahkotaku tarasa perih oleh gesekannya, anehnya aku justru ketagihan. 

Dia yang membuat mahkotaku semakin cantik. Walaupun banyak comb-comb yang lain di dunia ini tidak akan membuat hatiku berpaling darinya. 

Dia yang terspesial.

Jumat, 18 November 2011

Rocketeer-Far East Movement feat Ryan Tedder

Here we go, come with me
There’s a world out there that we should see
Take my hand, close your eyes
With you right here, I’m a rocketeer

Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Up, up here we go, go
Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Where we stop nobody knows

Where we go, we don’t need roads
And where we stop nobody knows
To the stars if you really want it
Got a jetpack with your name on it
Above the clouds and the atmosphere
Say the words and we outta here
Hold my hand if you feelin scared
We’re flyin up, up outta here

Here we go, come with me
There’s a world out there that we should see
Take my hand, close your eyes
With you right here, I’m a rocketeer
Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Up, up here we go, go
Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Where we stop nobody knows

Baby, we can stay fly like a G6
Shop the streets of Tokyo, get your fly kicks
Girl, your always on my mind
Got my head up in the sky
And I’m never lookin down, feelin priceless

Yeah, where we at? only few have known
Were on some next level, super mario
I hope this works out, cardio
Until then let’s fly
Geronimo

Here we go, come with me
There’s a world out there that we should see
Take me hand, close your eyes
With you right here, I’m a rocketeer
Let’s fly

Yo, now I ain’t ever been to space before
But I ain’t never seen a face like yours
You make me feel like I can touch the planets
You are the moon girl, watch me grab it
See, I ain’t ever seen a star this close
You got me stuck by the way you glow

I’m like oh, oh, oh, oh
I’m like oh, oh, oh, oh
Here we go, come with me
There’s a world out there that we should see
Take my hand, close your eyes
With you right here, I’m a rocketeer

Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Up, up here we go, go
Let’s fly (fly,fly,fly,fly)
Up, up here we go, go
Where we stop nobody knows

glam

pantas saja

18 November 2011

Pada saat perjalanan pulang aku melihat orang yang udah ga asing lagi. Dan ya, dia Rina. Temen smpku. Aku lihat dia dari kaca mobil (tepatnya angkot  antapani) di perempatan jalan Lombok. Aku teringat akan masa-masa SMP dulu ketika aku sering jalan kaki untuk sampai ke rumah.

Aku dipertemukan lagi sama temanku itu, karena sekian lama kita ga ketemu setelah pertemuan terakhir kami di Mr Komot beberapa bulan yang lalu. Ya salah satu tempat nongkrongnya Rina dan teman-temannya yang berada di jalan Citarum Bandung utara ini menyuguhkan makanan andalannya. Ya, cheese cake nya yang rasanya sangat cheese . Kebetulan waktu itu dia mengajak aku buat nemenin dia. Tepatnya sih nemenin ke-ga jelasan dia hari itu. Well, sebagai teman yang baik aku temenin dia.

Rina lagi digonceng sama temennya naik motor. Motornya sejenis motor matic keluaran salah satu perusahaan otomotif yang udah ga asing lagi. Kebetulan mata kami papasan. Tapi ada yang beda, pada saat mata kami bertemu, Rina hanya melhatku sekilas lalu memalingkan wajahnya.

Ada apa dengan Rina? apa Rina udah ga kenal lagi sama aku? temen masa SMP nya dulu? Ah, ko Rina gitu sih ya?. Oh ya mungkin karena kain segitiga yang aku kenakan pada rambutku membuat dia pangling. Tapi kok hanya karena itu sih? padahal wajahku ini kan amat familiar? (emang gue artis??? plis atuh euy). Ga, bukan, maksudnya kan aku sering maen sama dia. Lah masa dia udah lupa?

Aku berusaha untuk menjelajahi sosoknya walau hanya dalam beberapa detik saja. Aku lihat perawakan badannya masih sama dengan yang dulu. Rambutnya yang sebahu diikat satu kuncir kuda. Kulitnya yang khas sawo matang. Wajahnya yang tirus oval. Ya, dia Rina.

Aku lihat pakaian yang ia kenakan. Ya batik. Seperti hari Jumat biasanya, sekolahnya selalu memakai batik. Tapi ada yang membuat aku bingung, kenapa motif batik yang ia pakai tidak seperti siswa sekolahnya, belitung barat. Warnanya pun bebeda karena  biasanya  warnanya abu-abu hitam. Yang ini lain, warnanya justru biru muda. Memang motifnya sama batik, tapi secara kasat mata ukirannya tak sama. Justru lebih  seperti batik yang dikenakan siswa belitung timur. Aku bisa berpendapat demikian karena aku sering melihatnya.

Waktu itu, sekitar bulan April tahun 2008 aku pernah ke rumah Rina, bersama twins (julukan untuk Riska dan Risma atau yang lebih akrab dipanggil Ica, Ima. Si kembar yang masih bisa dibedakan wajahnya) untuk mengerjakan tugas seni untuk membuat batik celup. Saat kami sampai di depan pintu rumahnya, kami pencet bel pintu dan tampaklah sosok wanita keibuan yang keluar membuka pintu itu.Itu  ibunya Rina. Kami di persilahkan masuk oleh ibunya Rina yang ramah itu.Pada saat kami masuk kedalam rumahnya, terasa sekali atmosfir kekeluargaan. Ketika kami duduk di ruang tamu, aku melihat Rina. Tapi dia tidak mengindahkan kami dia justru asik menonton tv di ruang tamu. Tiba-tiba sosok lain keluar dari kamarnya. Tapi kenapa wajahnya sama dengan Rina?  dan sosok itu menyapa kami "Eh, sory ya tadi ngambil kainnya dulu sama kuas terus catnya. Hayu atuh kita bikin batiknya. "Loh aku jadi bingung, yang ini Rina, yang itu Rina juga. Jadi ini tuh gimana sih?".

Dan aku baru ingat dia kembarannya Rina. Rini namanya.

Jumat, 11 November 2011

irish-goo goo dolls

And I'd give up forever to touch you
'Cause I know that you feel me somehow
You're the closest to heaven that I'll ever be
And I don't want to go home right now

And all I can taste is this moment
And all I can breathe is your life
'Cause sooner or later it's over
I just don't want to miss you tonight

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And you can't fight the tears that ain't coming
Or the moment of truth in your lies
When everything feels like the movies
Yeah you bleed just to know you're alive

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am
 

I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am